Untitled 1

Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya. (Ir. Soekarno)

 

Perlu diketahui backsound saat penulisan posting ini adalah : Tanah Airku (Cipt. : Ibu Soed ; Arr. : Addie MS)

Quote diatas  yang sudah ditulis diawal adalah sebuah kalimat yang saya terima 4 tahun lalu dari seorang senior yang sampai detik ini masih saya hormati. 4 tahun lalu pada momen yang sama yaitu Upacara Peringatan HUT RI ke 63.

On the record saat itu saya terpilih menjadi Pasukan Pengibar Bendera 17 Agustus di SMA Negeri 4 Surabaya. Saat latihan senior saya menegur kami 1 tim dengan tegas karena saat latihan sama sekali tidak menunjukkan rasa semangat dan pantang menyerah. Dengan tanggal pelaksanaan upacara yang makin dekat tidak sebanding dengan performa tim pengibar yang harusnya sudah sangat siap untuk mengibarkan Sang Merah Putih. Tim pengibar saat itu masih saja melakukan kesalahan dasar seperti tidak lurus, tidak tegas, tidak fokus, dll. Bagi senior kami kesalahan itu bukan kesalahan yang bisa ditolerir karena kami sudah berlatih cukup lama dengan intensitas latihan yang padat dari jam 12 siang sampai 7 malam belum termasuk latihan tambahan.

Dengan nada tegas, senior kami mengingatkan lagi bahwa upacara makin dekat. Salah seorang senior mengatakan, “kalau kalian masih melakukan kesalahan yang mendasar, kami tidak ragu untuk tidak menerjunkan kalian 1 tim saat upacara 17 Agustus. Karena pada saat upacara nanti, hanya dengan 3 orang terbaik dapat mengibarkan Sang Merah Putih.” Mendengar kalimat itu, kami 1 tim ingin rasanya saling menyalahkan tapi bukan itu tujuan sebuah tim. Karena sebuah tim tidak dibentuk untuk saling menyalahkan tapi saling memberi motivasi.

Seorang senior lain menimpali dengan mengatakan, “Apa yang kalian lakukan saat ini tidak akan pernah bisa disandingkan dengan apa yang dilakukan oleh para pejuang Indonesia puluhan tahun sebelum kalian ada didunia ini. Apa yang kalian keluhkan saat ini adalah hinaan bagi mereka yang sudah berkorban untuk Indonesia. Karena kalian yang tinggal berusaha mengibarkan Sang Merah Putih dengan keringat saja masih mengeluh, apalagi jika dengan darah, jiwa, dan raga? Dan ingat, apa yang kalian lakukan saat ini jangan pernah mengharap mendapat imbalan. Karena kalian tidak akan pernah tahu dan bisa menghitung apa imbalan Indonesia bagi kalian yang sudah mengibarkan Sang Merah Putih. KALIAN TIDAK AKAN PERNAH TAHU! Karena kembali lagi kalian cuma bertugas mengibarkan Sang Merah Putih dengan cucuran keringat, sedangkan para pendahulu kita berusaha mengibarkan Sang Merah Putih dengan cucuran darah dan mereka tidak pernah mengharap untuk disebut sebagai pahlawan. Mereka hanya ingin kita para pemuda meneruskan perjuangan mereka sampai akhir hayat. Sekali lagi camkan dalam diri kalian bahwa tidak seorang pun yang dapat menghitung imbalan yang akan kalian terima jika kalian mau berkorban demi Ibu Pertiwi. Itu pesan dari Bung Karno. Jadi ayo kita disini berlatih dengan semangat, minimalkan kesalahan demi Ibu Pertiwi, Indonesia”

Mendengar kalimat itu, dipikiran kami bukan lagi saling menyalahkan tapi saling memberi semangat. Dan entah kenapa setelah pembicaraan itu tim pengibar berlatih dengan lebih semangat dan minim kesalahan. Ya, saat itu omongan dan niat dalam diri kami lah yang menyatukan kami hingga kami berhasil mengibarkan bendera Sang Merah Putih.

Kini 4 tahun kemudian, saya masih berjumpa dengan adik-adik yang akan melakukan tugas mulia yaitu mengibarkan Sang Merah Putih baik itu disekolah, kota (Paskibraka Kota), provinsi (Paskibraka Provinsi), maupun nasional (Paskibraka Nasional). Momen 4 tahun lalu saat saya ada diposisi adik-adik kini masih ada dipikiran saya dan akan selalu dipikiran saya. Tetaplah semangat berlatih adik dan kawan sekalian. Apa yang kalian lakukan kini merupakan penerus dari apa yang telah dilakukan para pendahulu. Meski tanpa imbalan, kalian harus bangga karena kalian akan mengibarkan Sang Merah Putih di ujung tertinggi di seluruh Indonesia. Kalian akan menjadi tonggak perjuangan bangsa ke depan.

Jayalah Negeri ku! Jayalah Bangsa ku! Jayalah Indonesia ku!

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya. (Ir. Soekarno)

Posted in Event

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: